JAWA BARAT — Kepastian itu diungkapkan Leiters dalam sebuah diskusi yang kemudian dilaporkan oleh kantor berita Jerman, dpa, dan dikutip Reuters. "Porsche tidak punya rencana untuk membuat 911 bertenaga listrik penuh," tegas Leiters. Pabrikan asal Stuttgart itu justru memilih jalur elektrifikasi yang lebih moderat untuk 911, yakni lewat teknologi hybrid.
Hybrid Jadi Jalan Tengah, Bukan Full EV
Alih-alih menghadirkan 911 EV, Porsche telah memperkenalkan sistem T-Hybrid pada 911 GTS 2025 dan 911 Turbo S 2026. Sistem ini menyembunyikan motor listrik di dalam transmisi kopling ganda delapan percepatan yang membantu turbo bertenaga listrik dan mesin flat-six 3.6 liter. Hasilnya, akselerasi 0-60 mph (0-96 km/jam) pada Turbo S terbaru hanya dua detik—angka yang sulit ditandingi versi listrik murni.
"Purist mungkin mengeluhkan bobot dan kompleksitas tambahan, tapi sulit membantah hasil performanya," tulis Car and Driver dalam laporannya. Porsche menilai pendekatan hybrid mempertahankan karakter mesin boxer yang menjadi ciri khas 911 tanpa harus mengorbankan pengalaman berkendara.
Strategi Elektrifikasi Porsche yang Berubah Arah
Keputusan ini muncul di tengah perubahan haluan strategi elektrifikasi Porsche. Generasi terbaru 718 yang semula dirancang sebagai platform listrik murni, kini direkayasa ulang agar bisa menerima mesin pembakaran internal. Selain itu, Porsche juga mengumumkan rencana meluncurkan SUV bermesin bensin baru yang akan melengkapi jajaran Macan dan Cayenne, namun tetap menghindari penggunaan powertrain listrik murni.
Artinya, Porsche memilih pendekatan bertahap: tidak memaksakan elektrifikasi penuh pada model ikonik yang menyumbang identitas merek. Langkah ini kontras dengan banyak pabrikan lain yang berlomba menghadirkan sport car listrik.
Angka Penjualan 911 Masih Solid di Tengah Dominasi SUV
Meski penjualan Porsche saat ini didominasi SUV—dengan total 47.453 unit Macan dan Cayenne tahun lalu—911 tetap menjadi tulang punggung citra merek. Porsche berhasil menjual 13.574 unit 911 pada periode yang sama. Angka ini menunjukkan bahwa mesin bensin hybrid masih menjadi pilihan utama konsumen setia 911.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini bisa berarti satu hal: 911 generasi mendatang akan tetap mempertahankan suara khas flat-six dan sensasi berkendara analog yang sulit direplikasi oleh motor listrik. Porsche jelas tidak mau mengambil risiko kehilangan jiwa 911 hanya demi mengejar tren elektrifikasi.