JAWA BARAT — Persaingan di segmen kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) Tanah Air mulai menunjukkan pergeseran peta kekuatan. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode Mei 2026, nama Jaecoo J5 sukses merebut tahta penjualan. Distribusi sebanyak 2.943 unit membuatnya duduk di kursi teratas, meninggalkan para pemain lama yang sebelumnya mendominasi.
Geely EX2 Bertahan di Peringkat Kedua, Wuling Eksion Peringkat Ketiga
Di bawah Jaecoo J5, Geely EX2 masih mampu menunjukkan taringnya dengan distribusi 1.395 unit. Posisi ketiga ditempati oleh Wuling Eksion yang mengirimkan 535 unit ke dealer. Sementara itu, MG S5 EV dan Geely EX5 melengkapi lima besar dengan catatan 354 unit dan 292 unit secara berurutan.
Yang menarik perhatian adalah performa BYD yang biasanya menjadi langganan papan atas. Sepanjang Mei, hanya BYD Sealion 7 yang berhasil menembus 10 besar dengan distribusi 258 unit, tepat di posisi keenam. Mobil mungil VinFast VF3 menguntit di belakangnya dengan 250 unit.
Strategi Harga dan Model Jadi Kunci Perebutan Pangsa Pasar
Keberhasilan Jaecoo J5 menjadi pemuncak bukan tanpa alasan. Model ini hadir dengan banderol yang kompetitif di segmen crossover listrik, langsung bersaing dengan pemain seperti BYD Atto 3 dan Chery Omoda E5. Namun, data Mei ini menunjukkan bahwa Jaecoo berhasil mencuri hati konsumen yang sebelumnya setia pada merek lain.
Chery sendiri tetap hadir di papan tengah. Gabungan penjualan iCar 03 dan J6T menempati posisi kedelapan dengan 237 unit. Xpeng G6 dan Denza D9—sub-brand premium BYD—menutup daftar 10 besar dengan distribusi 232 unit dan 210 unit.
Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia per Mei 2026
- Jaecoo J5 — 2.943 unit
- Geely EX2 — 1.395 unit
- Wuling Eksion — 535 unit
- MG S5 EV — 354 unit
- Geely EX5 — 292 unit
- BYD Sealion 7 — 258 unit
- VinFast VF3 — 250 unit
- Chery iCar 03 + J6T — 237 unit
- Xpeng G6 — 232 unit
- Denza D9 — 210 unit
Dengan persaingan yang semakin ketat, para pemain baru seperti Jaecoo dan Geely jelas tidak ingin sekadar menjadi pelengkap. Bagi BYD, angka ini menjadi sinyal untuk kembali menggencarkan strategi penjualan dan mungkin memperbarui penawaran modelnya di pasar Indonesia. Konsumen pun diuntungkan dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik yang kompetitif dari segi harga dan fitur.