Bermain sebagai legenda pendekar pedang Jepang bukan berarti harus selalu serius. Capcom membuktikan hal itu dalam sesi pratayang tertutup di Summer Game Fest, di mana jurnalis diajak mencoba langsung Onimusha: Way of the Sword selama satu jam. Hasilnya: game ini lebih konyol daripada yang diperkirakan banyak orang.
Dalam demo tersebut, Musashi memasuki sebuah desa yang dikuasai iblis Genma. Alih-alih beraksi heroik, ia malah mengeluh saat harus meminjam perahu dari penari Okuni—tokoh historis pendiri kabuki. "Kapan seorang pendekar perlu mendayung perahu?" protesnya. Okuni menjawab dengan menyebutnya bodoh. Dialog ini, menurut sumber yang hadir dalam sesi pratayang, menjadi salah satu momen paling menghibur sepanjang permainan.
Musashi yang Tak Tahu Sopan Santun Justru Cocok untuk Dunia Kacau
Produser Koichi Shibata menjelaskan dalam pengarahan tertutup bahwa kekonyolan ini sengaja dirancang agar sesuai dengan latar game yang kacau. Desa-desa diserbu iblis, penduduk lokal mengalami nasib absurd—ada yang rela kakinya diamputasi setengah untuk menyembuhkan lutut, pasangan lain berubah menjadi boneka agar bisa bersama selamanya.
Di tengah kekacauan itu, Oni Gauntlet—sarung tangan ikonik seri Onimusha—terus menegur Musashi karena perilakunya yang buruk. Ini memberikan lapisan komedi yang jarang ditemukan di game samurai lain yang biasanya kaku dengan hierarki sosial dan kode bushido.
Pertarungan Berdarah yang Butuh Kesabaran Ekstra
Meski karakternya konyol, pertarungan di Way of the Sword tetap brutal dan menuntut keterampilan. Capcom menyediakan lima mekanisme pertahanan: blok standar yang menguras stamina, parry biasa, dodge, parry jarak jauh untuk memantulkan serangan, dan teknik Issen—gerakan khas yang meninggalkan bayangan Musashi sebelum ia menyerang balik.
Saya sendiri gagal melakukan Issen secara sadar sepanjang demo, tapi bos di akhir segmen memaksa saya belajar cepat. Ritme serangan bos cukup mudah dibaca—tidak secepat dan semenyebalkan boss Elden Ring atau Soulsborne lainnya. Setelah beberapa kali babak belur, saya akhirnya bisa mengunci timing parry dan mengalahkannya dengan sisa darah tipis di layar. Sensasi itu, menurut saya, sepadan dengan frustrasi awalnya.
Senjata Spesial dan Item yang Bisa Dieksplorasi
Dalam fokus menguasai pedang, saya mengabaikan senjata spesial yang sudah dipilih sebelumnya: dua belati yang mengeluarkan bola emas untuk memulihkan kesehatan. Saya juga jarang menggunakan busur, kecuali untuk membatalkan serangan bos yang membutuhkan wind-up panjang. Ada banyak item lain yang belum sempat dicoba—pertanda bahwa game ini punya kedalaman yang cukup untuk eksplorasi ulang.
Onimusha: Way of the Sword akan dirilis pada 25 September untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC. Capcom juga sudah merilis demo gratis yang bisa dimainkan sekarang, lengkap dengan panduan Issen dari komunitas di YouTube.