Keyakinan itu lahir dari pengamatannya terhadap siklus teknologi sebelumnya. Chien, yang kini menjadi co-founder Goodwater Capital, melihat pola yang persis sama di era PC, web, dan mobile. Infrastruktur memang sempat melesat, tapi dalam jangka panjang aplikasilah yang menciptakan nilai ekonomi terbesar.
Dari PC hingga AI: Pola yang Berulang
Chien mencontohkan data historis yang jarang dibahas. Di era web, perusahaan infrastruktur hanya menciptakan US$400 miliar kapitalisasi pasar baru. Sementara perusahaan aplikasi — seperti Netflix, Spotify, Meta, Uber, dan Airbnb — menghasilkan US$3,1 triliun, atau 88 persen dari total nilai baru yang tercipta.
Pola yang sama terulang di era mobile. "Infrastruktur menghasilkan sekitar US$700 miliar, sementara aplikasi menciptakan US$3,7 triliun," kata Chien dalam wawancara eksklusif pekan lalu.
Google Sudah Mulai Perang Harga AI
Bukti nyata komoditisasi model AI sudah muncul. Chien menyoroti langkah Google yang baru saja menurunkan harga langganan produk AI mereka dari US$7,99 menjadi US$4,99 per bulan — sambil menggandakan kapasitas penyimpanan. "Kita sudah berada di era kompetisi harga," ujarnya.
Perusahaan seperti Google, dengan keunggulan struktural dalam integrasi vertikal dan distribusi, bisa mulai bundling dan bersaing harga untuk konsumen rata-rata. Ini sinyal bahwa lapisan model AI sedang berubah menjadi komoditas.
Hiper-personalisasi: Kunci Pemenang Berikutnya
Lantas apa yang membedakan pemenang dari yang sekadar bertahan? Chien menjawab dengan satu kata: personalisasi. "Jika dilakukan dengan benar, personalisasi memberikan kepuasan pelanggan lebih tinggi, keterlibatan lebih dalam, dan pendapatan per pengguna yang lebih besar seiring waktu," jelasnya.
Ia memberi contoh perusahaan portofolionya di bidang hiburan — Triumph, Ritten, dan Flow GPT. Pelanggan tidak menyebutnya sebagai aplikasi AI. "Mereka bilang ini aplikasi hiburan," kata Chien. Ketiga perusahaan itu sudah mencapai pendapatan tahunan berulang (ARR) antara 100 juta hingga 600 juta dolar dengan margin besar, karena AI membuat pengalaman lebih bisa dikustomisasi — tapi bukan kemampuan fundamental yang mereka jual.
Perusahaan Kesehatan Wanita Jadi Contoh Nyata
Salah satu portofolio Goodwater yang menarik adalah MIDI Health, perusahaan kesehatan wanita. Di sini AI berperan sebagai enabler, bukan produk yang dijual terpisah. Pendekatan ini, menurut Chien, yang akan mendefinisikan gelombang berikutnya: AI yang menyatu dalam layanan, bukan AI yang berdiri sendiri sebagai produk.
Pelajaran untuk Startup dan Investor Indonesia
Bagi ekosistem startup Indonesia, argumen Chien relevan. Daripada berlomba membangun model AI dari nol — yang biayanya mahal dan cepat menjadi komoditas — peluang lebih besar justru ada pada aplikasi yang memanfaatkan AI untuk memecahkan masalah spesifik konsumen lokal. Personalisasi untuk pasar Indonesia, dengan keragaman budaya dan bahasa, bisa menjadi senjata kompetitif yang sulit ditiru pemain global.
Chien sendiri sudah membuktikan kemampuannya membaca tren sejak awal. Di usia 27 tahun, sebagai associate di Accel, ia adalah orang yang pertama kali menemukan The Facebook — perusahaan enam orang yang diluncurkan dari Harvard. Kini, dua dekade kemudian, ia kembali memasang taruhan pada pola yang sama: jangan jual palu, juallah lubang yang bisa dibuat palu itu.