Lisuan Tech, perusahaan semikonduktor asal China, baru saja meluncurkan GPU andalannya, LX 7G100. Dengan harga jual $485 (sekitar Rp 7,76 juta), kartu grafis ini dipasarkan sebagai alternatif murah yang mampu menyaingi Nvidia GeForce RTX 4060. Namun, hasil pengujian dari kanal teknologi ??? di platform BiliBili menunjukkan realita yang jauh berbeda.
Performa Jauh di Bawah Ekspektasi, Ray Tracing Absen
Dalam serangkaian pengujian menggunakan berbagai game dengan pengaturan grafis berbeda, LX 7G100 hanya mampu tampil setara dengan Nvidia RTX 3060. Ini berarti performanya berada di bawah GPU kelas menengah Nvidia generasi sebelumnya.
Perbandingan dengan AMD Radeon RX 6600 XT pun mempermalukan Lisuan. Saat memainkan Cyberpunk 2077, RX 6600 XT menghasilkan lebih dari dua kali lipat jumlah frame per detik (FPS) dibandingkan LX 7G100. Lebih buruk lagi, kartu grafis buatan China ini sama sekali tidak mendukung fitur ray tracing, sebuah teknologi yang sudah menjadi standar bahkan di GPU RTX entry-level sekalipun.
Game Modern Bisa Dimainkan, Tapi dengan Banyak Kompromi
Meski begitu, LX 7G100 bukanlah kartu yang gagal total. Lisuan Tech mengklaim produknya mendukung game modern seperti Baldur's Gate 3 dan Black Myth: Wukong, dan klaim ini terbukti benar. GPU tersebut bisa menjalankan kedua game tersebut.
Namun, pengalaman bermainnya jauh dari mulus. Reviewer mencatat adanya masalah stuttering, frame pacing yang buruk, dan performa yang secara keseluruhan inferior. Performa yang dijanjikan dalam materi pemasaran ternyata sangat dilebih-lebihkan dibandingkan realita di lapangan.
Harga Rp 7,76 Juta: Bukan Murah, Justru Kemahalan
Masalah terbesar LX 7G100 bukan hanya pada performanya yang mengecewakan, tetapi juga pada banderol harganya. Di angka $485, Lisuan Tech memposisikan produknya di segmen yang sangat kompetitif.
Sebagai perbandingan, konsumen bisa mendapatkan ASUS Nvidia GeForce RTX 5060 TUF seharga $469,99, atau ASUS AMD Radeon RX 9060 XT seharga $449,99 di Micro Center. Kedua GPU tersebut secara teknis jauh lebih unggul dari LX 7G100 dalam segala aspek. Dengan kondisi ini, LX 7G100 berpotensi menyandang gelar kartu grafis dengan nilai paling buruk untuk uang yang dikeluarkan.
Produksi Terbatas dan Ancaman dari Nvidia
Keyakinan Lisuan Tech terhadap produknya terlihat dari keputusan mereka memproduksi 1.000 unit "Founders Edition" LX 7G100 yang dijual sekitar $500 per unit. Angka ini terbilang berani untuk sebuah GPU yang belum terbukti.
Situasi Lisuan Tech bisa semakin sulit jika rumor yang beredar tentang Nvidia yang akan menghadirkan kembali RTX 3060 terbukti benar. Kehadiran GPU lawas namun terbukti tangguh dengan harga yang lebih murah akan menjadi pukulan telak bagi Lisuan. Perusahaan kini harus bekerja keras membuktikan bahwa kartu grafis buatannya bisa memenuhi janji yang sudah dibuat. Jika tidak, LX 7G100 akan tercatat sebagai salah satu peluncuran GPU paling mengecewakan tahun ini.