Pencarian

Clair Health Kumpulkan Dana Rp185 Miliar untuk Wearable Pelacak Hormon Wanita, Bisa Deteksi Perimenopause

Kamis, 18 Juni 2026 • 01:28:01 WIB
Clair Health Kumpulkan Dana Rp185 Miliar untuk Wearable Pelacak Hormon Wanita, Bisa Deteksi Perimenopause
Clair Health berhasil mengumpulkan dana Rp185 miliar untuk mengembangkan wearable pelacak hormon wanita.

Pendanaan seri awal ini dipimpin oleh Khosla Ventures, dengan partisipasi dari a16z speedrun, Anne Wojcicki (pendiri 23andMe), dan sejumlah investor lainnya. Uang tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan pengembangan perangkat keras dan meluncurkan produk secara komersial pada November mendatang dengan harga 369 dolar AS (sekitar Rp5,9 juta), ditambah langganan bulanan 9,99 dolar AS.

Bukan Sekadar Gelang Biasa: 10 Biosensor untuk Tangkap Biomagnetik Hormon

Clair Health membedakan diri dari jam tangan pintar seperti Apple Watch atau Pixel Watch yang hanya mengandalkan giroskop, sensor optis, dan suhu. Perangkat ini dibekali 10 biosensor, termasuk sensor biomagnetik baru yang dirancang khusus untuk menangkap perubahan hormon secara real-time.

"Sampai hari ini, belum ada satu pun perangkat, baik invasif maupun non-invasif, yang bisa menangkap wawasan tentang hormon secara langsung dan sampai ke akar masalahnya," kata Jenny Duan, salah satu pendiri Clair Health kepada TechCrunch. Ia menambahkan bahwa timnya tidak memulai dengan berpikir untuk membuat perangkat keras tertentu, melainkan hanya ingin melacak hormon secara terus-menerus.

Voice-Based AI: Cukup Bicara Beberapa Menit untuk Deteksi Fase Siklus

Salah satu fitur yang paling menarik adalah sistem orientasi berbasis suara. Startup ini mengklaim telah melatih kecerdasan buatannya sendiri untuk menganalisis biomarker dari suara pengguna dan menentukan fase siklus menstruasi hanya setelah beberapa menit percakapan.

"Yang kami temukan adalah dalam kesehatan wanita dan kondisi aplikasi saat ini, wanita tidak bisa mengomunikasikan banyak gejala karena aplikasi hanya dibangun untuk gejala tertentu. Dengan tumpukan suara kami, kami memberi pengguna cara untuk mengomunikasikan masalah mereka dengan cara mereka sendiri," jelas Duan.

Pendekatan ini menjadi solusi atas keluhan umum bahwa aplikasi pelacak siklus menstruasi yang ada saat ini terlalu kaku dan tidak bisa menampung variasi gejala yang dialami setiap wanita.

Dari Endometriosis hingga Perimenopause: Data yang Bisa Dibawa ke Dokter

Clair Health tidak hanya berhenti pada pelacakan siklus. Perangkat ini terus memantau perubahan melalui empat fase siklus menstruasi—tidak hanya mengandalkan hari pertama haid. Data yang dikumpulkan meliputi tingkat inflamasi, kembung, tingkat energi, dan klasifikasi fase siklus. Aplikasi kemudian menampilkan informasi tentang laju penuaan, inflamasi, dan tingkat usaha yang dirasakan (rate of perceived exertion).

Startup ini juga ingin membantu wanita yang mencari perawatan untuk menopause dan perimenopause dengan menyediakan lebih banyak data untuk dibagikan kepada penyedia layanan kesehatan. "Teman-teman saya yang mengalami perimenopause masih harus melakukan pengambilan darah untuk memahami efektivitas perawatan hormon," kata Mary Minno, investor di Treehub. "Clair bertujuan untuk memberikan produk yang menerangi apa yang sebelumnya memerlukan pengambilan darah."

Untuk memperkuat analisisnya, Clair Health menjalin kemitraan data dengan akses ke jutaan catatan kesehatan elektronik dan data kesehatan longitudinal. Melalui kemitraan ini, perusahaan ingin menciptakan wawasan untuk berbagai masalah termasuk endometriosis, PMDD (gangguan disforik pramenstruasi), dan perimenopause.

Kompetisi di Ruang Pelacak Hormon Semakin Ketat

Clair Health bukan satu-satunya pemain yang mencoba memecahkan teka-teki pelacakan hormon. Level Zero Health fokus pada pelacakan berkelanjutan melalui perangkat bergaya monitor glukosa, sementara Hormona mengandalkan tes di rumah. Ada juga aplikasi seperti Ourself Health yang menggunakan AI untuk memberikan wawasan berdasarkan pencatatan manual yang dilakukan pengguna.

Namun, pendekatan Clair yang menggabungkan perangkat keras dengan 10 sensor dan analisis suara berbasis AI memberi mereka posisi unik di pasar. Saat ini, perangkat tersebut masih dalam tahap pengujian dengan kelompok pengguna beta tertutup. Pemesanan awal sudah dibuka, dengan pengiriman unit dijadwalkan pada November mendatang.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks