Dalam wawancara dengan PC Gamer, insinyur Valve Yazan Aldehayyat dan Pierre-Loup Griffais ditanya apa satu hal yang akan mereka ubah dari Steam Machine jika bisa. Jawabannya cepat dan serempak: harga.
"Bikin lebih murah," kata Aldehayyat sambil tertawa. "Ya, itu pertanyaan yang mudah," timpal Griffais.
Pengakuan ini cukup mengejutkan karena Valve dikenal sebagai perusahaan yang enggan menjual perangkat keras di bawah harga pokok produksi. Griffais menegaskan bahwa perusahaan memiliki prinsip "religius" untuk tidak membangun sistem tertutup, sehingga subsidi harga bukanlah opsi yang ditempuh.
Krisis Komponen Memicu Lonjakan Harga
Masalah utamanya bukan pada desain atau spesifikasi teknis, melainkan pada rantai pasokan. Aldehayyat mengungkapkan bahwa komponen yang dulu dianggap sebagai barang komoditas — seperti memori dan media penyimpanan — kini harus diperebutkan dengan negosiasi super ketat.
"Dua tahun lalu, atau setahun lalu, kamu tinggal bilang 'saya butuh sekian' dan bayar harga normal, beres. Sekarang kamu harus bernegosiasi sangat keras hanya untuk mengamankan beberapa ribu unit," jelasnya.
Akibatnya, varian termurah Steam Machine yang tadinya diperkirakan bisa dijual jauh lebih rendah, kini harus dibanderol $1.049. Angka ini membuat banyak calon pembeli hari pertama mengurungkan niat mereka — dan Valve pun merasakan hal yang sama.
Desain Sudah Ideal, Tapi Port Selalu Kurang
Terlepas dari masalah harga, para insinyur Valve mengaku puas dengan desain perangkat keras yang sudah jadi. Griffais menyebut bentuk konsol ini "cukup sempurna untuk apa yang kami butuhkan karena kami yang membentuknya seperti ini."
Namun, ada satu permintaan yang terus muncul dari pengguna: lebih banyak port. "Orang-orang ingin lebih banyak port. Perangkat ini akan penuh dengan port di semua sisi jika kami mendengarkan semua orang," ujar Griffais.
Untuk saat ini, Valve masih membuka masukan dari komunitas. "Kami cukup bias, tentu saja, tapi kami terbuka untuk umpan balik," tambah Aldehayyat.
Alternatif untuk Pengguna PC: Instal SteamOS Sendiri
Bagi yang tidak sanggup membeli Steam Machine, Valve menyediakan jalan keluar. Dengan SteamOS versi 3.8, perusahaan resmi mendukung instalasi sistem operasi gim mereka di perangkat keras non-Valve — asalkan menggunakan GPU AMD.
Ini berarti pengguna PC di Indonesia bisa merasakan pengalaman Steam Machine tanpa harus merogoh kocek hingga belasan juta rupiah. Cukup siapkan PC dengan kartu grafis AMD, unduh SteamOS 3.8, dan ubah komputer pribadi menjadi konsol gim ala Valve.