Pencarian

SteelSeries Aerox 3 Gen 2: Estetika Transparan yang Terganjal Sensor

Rabu, 06 Mei 2026 • 22:02:01 WIB
SteelSeries Aerox 3 Gen 2: Estetika Transparan yang Terganjal Sensor
SteelSeries Aerox 3 Gen 2 hadir dengan desain transparan dan pencahayaan RGB yang menarik.

SteelSeries resmi merilis Aerox 3 Wireless Gen 2 seharga Rp1,76 juta yang mengusung desain cangkang transparan dengan pencahayaan RGB mencolok. Meski memikat lewat nuansa retro era 90-an, mouse ini menghadapi kendala stabilitas sensor TrueMove 26K pada koneksi nirkabel. Ketimpangan antara visual menawan dan performa teknis menjadi catatan krusial bagi para gamer kompetitif yang mengejar presisi tinggi.

tinggi. ISI:

Produsen asal Denmark, SteelSeries, meluncurkan Aerox 3 Wireless Gen 2 seharga Rp1,76 juta untuk menyasar pasar mouse ultra-lightweight. Perangkat ini mempertahankan desain honeycomb berlubang di tengah tren kompetitor yang mulai beralih ke cangkang solid. Estetika ini menjadi pembeda utama di pasar periferal saat ini.

Masalah Tracking pada Koneksi 2.4 GHz

Akurasi sensor menjadi jantung setiap mouse gaming. Aerox 3 Gen 2 mengandalkan sensor optik TrueMove 26K yang mampu menangani sensitivitas hingga 26.000 DPI. Sayangnya, pengujian teknis mengungkap kendala stabilitas pelacakan saat menggunakan koneksi dongle 2.4 GHz.

Kursor kerap tersendat atau mengalami gejala "lock up" sesaat sebelum pengguna mengeklik. Masalah ini justru hilang saat beralih ke koneksi Bluetooth. Bagi pemain FPS, inkonsistensi ini jelas menghambat presisi yang dibutuhkan dalam hitungan milidetik.

Nostalgia Desain Transparan dan Proteksi AquaBarrier

SteelSeries menawarkan tiga varian warna: Magenta Haze, Shadow, dan Ghost. Cangkang semi-transparan berpadu RGB terang membangkitkan nostalgia konsol ikonik akhir era 90-an. Visualnya tetap menonjol meski lampu dimatikan.

Meski berongga, teknologi AquaBarrier dengan rating IP54 tetap tersemat untuk melindungi komponen internal. Fitur ini menangkal debu dan tumpahan air yang kerap merusak mouse tipe honeycomb. Berikut spesifikasi teknis utamanya:

  • Bobot: 68 gram
  • Sensor: TrueMove 26K Optical
  • Switch: Mekanis (daya tahan 80 juta klik)
  • Polling Rate: Hingga 4.000 Hz
  • Kaki Mouse: 100% Virgin Grade PTFE

Bobot Ringan dan Daya Tahan Baterai

Berbobot 68 gram, Aerox 3 masuk kategori ringan meski bukan yang tertipis di kelasnya. Sebagai pembanding, Logitech G Pro X2 Superlight mencapai 61 gram tanpa perlu melubangi bodi. Namun, kaki PTFE pada Aerox 3 menjamin pergerakan mulus di atas mousepad.

Estetika lampu RGB yang masif menuntut kompromi pada daya tahan baterai. SteelSeries menjanjikan masa pakai 120 jam pada mode 2.4 GHz dan 200 jam via Bluetooth. Namun, penggunaan RGB maksimal akan menguras daya sekitar 10 persen setiap tiga jam pemakaian.

Kendala Privasi pada Software SteelSeries GG

Integrasi perangkat lunak SteelSeries GG membuka akses fitur Sonar dan 3D Aim Trainer. Kendalanya, pengguna wajib mendaftarkan alamat email untuk mengaktifkan fitur-fitur unik tersebut. Kebijakan ini terasa mengganggu bagi mereka yang menginginkan fungsionalitas instan tanpa akun.

Aerox 3 Wireless Gen 2 merupakan perangkat yang memanjakan mata namun butuh optimasi perangkat lunak. Mouse ini lebih cocok untuk mempercantik meja kerja daripada bertarung di turnamen profesional. Kenyamanan genggaman dan visual tetap menjadi nilai jual utamanya.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks