Pencarian

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Dorong Kemandirian Ekonomi Warga di Jawa Barat, Singgung Politik dan Disiplin Organisasi

Senin, 18 Mei 2026 • 17:55:51 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Dorong Kemandirian Ekonomi Warga di Jawa Barat, Singgung Politik dan Disiplin Organisasi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mendorong kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah Jawa Barat.

BANDUNG — Sektor ekonomi tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan sampingan. Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, menegaskan bahwa siapa yang menguasai ekonomi pada akhirnya bisa memengaruhi arah politik. Oleh karena itu, ia mendorong warga Muhammadiyah, khususnya di Jawa Barat, untuk membangun kemandirian dan keberdayaan ekonomi.

Mengaji Harus Seiring dengan Kesejahteraan

Dalam pengajian yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus Universitas Muhammadiyah Bandung, Haedar mengingatkan bahwa penguatan ekonomi sama pentingnya dengan aktivitas dakwah. "Mengaji harus berjalan baik, tetapi kondisi ekonomi juga harus terjaga. Jika ingin banyak pendapatan, janganlah terlalu banyak pendapat," ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, peran majelis ekonomi dan majelis tablig harus berjalan beriringan. Dakwah tidak bisa hanya berhenti pada ceramah, tetapi harus diwujudkan dalam kesejahteraan nyata masyarakat.

Apa yang Membuat Muhammadiyah Jabar Berbeda?

Haedar mengapresiasi perkembangan Muhammadiyah Jawa Barat yang dinilainya menunjukkan sinar dan jejak baru yang positif. "Muhammadiyah Jawa Barat saat ini memiliki sinar, harapan, dan jejak baru yang sangat bagus. Dan ini tentu merupakan inspirasi yang sangat penting," kata Haedar.

Ia menilai capaian ini harus dijaga dengan tata kelola organisasi yang disiplin. Kedisiplinan, kata Haedar, menjadi kunci agar persyarikatan terhindar dari konflik internal atau persoalan hukum yang bisa mengganggu gerak organisasi.

Prinsip Khairunnas Anfauhum Linnas: Hadir untuk Masyarakat Marginal

Haedar juga mengingatkan bahwa kehadiran Muhammadiyah dan Aisyiyah harus dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan. Prinsip khairunnas anfauhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain—harus menjadi pijakan gerakan.

"Ketika ada masyarakat marginal, Muhammadiyah harus hadir di situ. Ketika bangsa memerlukan, Muhammadiyah juga harus hadir," tegasnya.

Ia mengajak warga Muhammadiyah untuk berlomba dalam kebaikan sebagaimana pesan Surah Al-Baqarah ayat 148. Semangat ini, menurutnya, tidak terbatas pada ibadah individual, tetapi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk sosial, ekonomi, hingga pengelolaan negara.

Amal Usaha Harus Unggul, Bukan Sekadar Slogan

Seluruh amal usaha dan lembaga Muhammadiyah, termasuk institusi pendidikan seperti Universitas Muhammadiyah Bandung, diminta terus bergerak menjadi institusi yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing. Haedar menegaskan bahwa keunggulan bukan sekadar slogan, tetapi harus dibuktikan melalui kualitas dan capaian terbaik.

Menurutnya, unggul berarti siap bersaing dan mampu menjadi yang terbaik ketika dibandingkan maupun dipertandingkan. "Unggul berarti siap bersaing dan mampu menjadi yang terbaik ketika dibandingkan maupun dipertandingkan," ujarnya.

Bagikan
Sumber: suaramuhammadiyah.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks