JAWA BARAT — Fenomena iklim ekstrem super El Nino diproyeksikan mengganggu produksi pangan nasional dalam beberapa bulan ke depan. Menghadapi situasi itu, Perum Bulog diminta bergerak lebih agresif, tidak sekadar menjadi penjaga stok komoditas di penyimpanan.
“Bulog harus aktif memetakan potensi lumbung pangan lokal serta memahami kondisi petani di daerah,” ujar Musthofa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5). Menurut politikus PDI Perjuangan itu, cadangan pangan nasional saat ini masih aman, khususnya untuk beras. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
Integrasi Data dengan Kementan Jadi Kunci
Musthofa menekankan pentingnya penyatuan data antara Bulog dan Kementerian Pertanian. Informasi mengenai harga gabah kering, distribusi pupuk, hingga kondisi petani di hulu harus terintegrasi penuh.
“Integrasi informasi mengenai kondisi petani, harga gabah kering, hingga distribusi pupuk dari Kementerian Pertanian sangat penting untuk memantau tingkat kesejahteraan petani sekaligus memastikan pasokan hulu tetap terjaga,” kata dia.
Dengan data yang akurat, Bulog dapat mengantisipasi titik rawan kekurangan pasokan sebelum dampak El Nino benar-benar terasa. Langkah ini juga membantu menjaga keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen.
DPR Siapkan Dukungan Anggaran dan Kebijakan
Musthofa memastikan DPR siap mendukung langkah antisipasi pemerintah, baik dari sisi penganggaran maupun kebijakan strategis. Tujuannya, distribusi pangan tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem.
“Dan kami di DPR siap membawa kebutuhan anggaran maupun kebijakan ini ke tingkat kementerian demi menjamin kelancaran distribusi pangan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan Bulog untuk memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan nasional. “Saya minta satu, dalam ketahanan menyetok barang ini benar-benar cukup apabila suatu saat terjadi super El Nino,” tegas Musthofa. Dengan stok yang memadai, Indonesia diharapkan mampu melewati masa kritis tanpa gejolak harga pangan yang signifikan.